Ramainya pemutaran film Indonesia “Comic 8” di Festival Film ASEAN, Praha

No: 308/IX/09/2015

 

Sekitar 400 orang penonton hadir pada pemutaran film Indonesia, Comic 8, pada Festival Film ASEAN ke-4 yang berlangsung di bioskop tertua dan paling bersejarah di Ceko, Bioskop Lucerna, 8-12 September 2015. Penonton hadir dari berbagai kalangan; diplomatik, WNI, diaspora dan warga lokal setempat.

 

Film yang bergenre komedi aksi tersebut diputar pada hari kedua Festival dan cukup membuat penonton terhibur. Tidak ada penonton yang beranjak dari kursi hingga film selesai.

 

Saat pembukaan pemutaran film Indonesia, Duta Besar RI Praha, DR. Aulia Aman Rachman menekankan bahwa kerjasama film merupakan bagian penting diplomasi budaya Indonesia di Ceko. Pada 2015, tercatat 2 (dua) film Indonesia: Negeri van Orange dan Surat dari Praha, merupakan hasil kerjasama sineas perfilman Indonesia dan Ceko. Kedua film tersebut diantaranya mengambil gambar di lokasi-lokasi ikonik kota Praha.

 

Duta Besar Aulia Rachman berharap kerjasama perfilman dapat berkembang di masa mendatang dan membuat kedua bangsa semakin mengenal satu sama lain. Kedua bangsa yang telah mengenal diharapkan dapat menjadi awal bagi hubungan bisnis yang semakin meningkat.

 

Pada saat pemutaran film Indonesia, diputar pula video klip Wizzy berjudul Puzzle Pieces, yang merupakan Original Soundtrack film Negeri van Orange. Dua kuis berhadiah bingkisan khas Indonesia juga diberikan kepada 2 (dua) orang penonton lokal yang berhasil menjawab pertanyaan dari Dubes Aulia. Indonesia juga menampilkan tarian Kayau dari Kalimantan.

 

Beberapa penonton yang hadir menyatakan puas terhadap pemutaran film Indonesia, dan melihat perkembangan film Indonesia yang semakin pesat, walaupun Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Beberapa warga lokal juga menyatakan antusiasme kota Praha menjadi lokasi syuting film Indonesia.

 

Untuk pembuatan musik dan film, Ceko merupakan salah satu negara Eropa terdepan karena memiliki kualitas yang istimewa dengan biaya yang sangat bersaing. Sineas dari Hollywood juga seringkali melakukan syuting di Ceko karena kedua alasan tersebut. Beberapa tahun belakangan ini, tercatat pemusik Erwin Gutawa dan Tohpati melakukan kerjasama rekaman dengan Prague Philharmonic Orchestra.

 

Festival Film ASEAN telah memasuki tahun ke-4, dan tahun 2015 ini berhasil menyedot penonton sekitar 4000 orang secara keseluruhan, atau yang pertama kali terbesar dalam sejarah penyelenggaraannya di Ceko. Beberapa sineas Ceko bahkan menyatakan bahwa Festival Film ASEAN telah menjadi festival film yang bergengsi dan teratas. Petr Jakl, selaku Patron Festival menyambut gembira atas keberhasilan ini.

 

Setelah pemutaran film, penonton disuguhi kudapan ringan khas Indonesia. Antrian mengular panjang dengan Indomie goreng merupakan menu utama. Beberapa warga lokal bahkan membeli Indomie, yang dipajang di stand Indonesia.

Similar Articles

Top