VIVAnews – PT Kereta Api Indonesia (KAI) tetap melanjutkan pembelian roda-roda kereta dari Ceko. Roda kereta buatan Ceko dipandang berkualitas lebih baik dari produk negara-negara lain.
Demikian ungkap delegasi PT KAI dalam kunjungan mereka ke Ceko. Diketuai Ateng Rachmat, Manajer Evaluasi Pengadaan Barang/Jasa Sarana, delegasi PT. KAI telah melakukan kunjungan ke PT Bonatrans di Kota Ostrava, Ceko pada 9-10 Maret 2010.
Menurut keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Praha, Kunjungan tersebut untuk meninjau pabrik keping roda kereta yang selama ini dibeli oleh PT KAI. Mereka melaporkan hasil kunjungannya itu kepada KBRI Praha yang diterima oleh Kepala Kanselerai KBRI Praha, Azis Nurwahyudi, yang didampingi Pelaksana Fungsi Ekonomi, Yusran Hadromi, Kamis, 11 Maret 2010.
Rombongan PT KAI tersebut didampingi oleh Inpaulus Tandiah, Direktur PT Adhi Darma Tamaperkasa, yang bergerak dibidang perkeretaapian. Kepada KBRI Praha, Rachmat menjelaskan bahwa selama ini PT KAI membeli roda kereta dari Ceko dan beberapa negara lain, dan ternyata kualitas barang yang dibeli dari Ceko lebih unggul dibanding dari negara pesaing.
“Oleh karena itu PT KAI akan meneruskan pembelian roda tersebut dari Ceko. Dalam periode 1 tahun, PT KAI dapat membeli roda sampai 6.000 keping, sehingga kemungkinan pembelian dari Ceko akan ditingkatkan,” kata Rachmat.
KBRI Praha menyambut baik dan siap membantu PT KAI mengenai rencana pembelian berbagai alat dan permesinan dari Ceko. “Diharapkan dengan kunjungan tersebut, PT KAI dapat menangkap berbagai peluang kerjasama yang mulai terbuka dari berbagai perusahaan Ceko sehingga akan meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara,” kata Nurwahyudi.
KBRI juga mengharapkan kemungkinan pengembangan kerjasama antara PT KAI dengan perusahaan lain di Ceko yang bergerak di bidang permesinan, termasuk otomotif, yang berhubungan dengan alat transportasi masal seperti trem yang selama ini menjadi salah satu ikon kota Praha.
Pada kesempatan tersebut KBRI Praha juga menyampaikan informasi mengenai rencana pembangunan Bandara Kulon Progo oleh Konsorsium Perusahaan Ceko.
Selain itu juga dijajaki pembelian berbagai mesin gula oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI), yang saat ini tengah dijajaki bentuk kerjasamanya dengan sejumlah institusi Ceko yang mendukung rencana tersebut.