Mengintip Lembaran Sejarah Indonesia-Ceko Melalui Film Surat Dari Praha

Siaran Pers No. 330/VII/09/2016

 

Sebagai bagian dari promosi terpadu potensi perdagangan, investasi dan pariwisata Indonesia di Praha, KBRI Praha berpartisipasi dalam ASEAN Film Festival ke-5 bersama Kedubes ASEAN lainnya di Praha; Filipina, Malaysia, Thailand dan Vietnam, 13-17 September 2016 di Bioskop Lucerna. Pada malam Indonesia tanggal 15 September 2016, ditayangkan film “Surat Dari Praha”, garapan Sutradara Angga Dwimas Sasongko.

Film berdurasi 94 menit tersebut sukses menjaring penonton dari kalangan masyarakat lokal. Kapasitas Bioskop Lucerna, 500 kursi hampir terisi penuh. Pada malam tersebut, hadir beberapa MAHID (Mahasiswa Ikatan Dinas) yang kini menetap di Ceko, termasuk Bp. Bismo Gondokusumo dan Bp. Jaroni Soejomartono. Keduanya sempat tampil di panggung, sesaat sebelum film diputar, mengemukakan kebahagiaan dapat berbagi cerita pribadi dalam film tersebut dan mengungkapkan optimisme terhadap masa depan Indonesia.

Duta Besar RI Praha, DR. Aulia Aman Rachman, yang tampil untuk membuka Malam Indonesia, menyatakan bahwa kerjasama sosial-budaya kedua negara maju pesat dan diarahkan untuk mendukung promosi potensi perdagangan, investasi dan pariwisata Indonesia di Ceko. Film “Surat Dari Praha” dipilih karena merupakan penanda ikatan bangsa Indonesia dan Cekoslowakia (pada waktu itu), dan sebagai bukti lembaran sejarah bangsa yang harus diambil hikmahnya untuk kemajuan bangsa Indonesia ke depan.

Pada akhir acara, beberapa penonton dari kalangan anak cucu para MAHID terlihat menitikkan air mata. Rossa Widrova dan Diana Siswartono menyatakan bahwa keduanya baru memahami perasaan ayahnya setelah menonton film “Surat Dari Praha”. Sang ayah, tidak pernah bercerita mengenai perasaannya dan pergolakan politik di Indonesia pada waktu tahun 1960 an.

ASEAN Film Festival ke-5 tahun 2016 ini merupakan kegiatan ASEAN Committee in Prague, beranggotakan 5 (lima) Kedubes ASEAN di Praha. Tahun ini, ASEAN Film Festival memperoleh sambutan hangat dari masyarakat Ceko, dengan dukungan para sponsor; Vietnam Airlines, studio Barrandov, Pepsi Cola, Koran Idnes, Batik Hati dan perusahaan lainnya. Film ditampilkan dalam bahasa lokal dengan subtitle bahasa Inggris dan bahasa Ceko. Berbagai paket menarik seperti tiket pulang-pergi Praha ke negara ASEAN dengan pesawat Vietnam Airlines, paket dari Batik Hati, paket spa dan kosmetik.

Malam Indonesia diawali dengan penampilan penari Kintari yang membawakan tarian Sunda, Kembang Tanjung dan diakhiri dengan resepsi berupa sajian makanan khas Indonesia. Warga Ceko terlihat menikmati mie goreng Indomie, sosis solo, bolu kukus dan pisang molen pada kesempatan tersebut. Beberapa warga Ceko yang menonton mengungkapkan kesan positif terhadap film dan makanan Indonesia yang disajikan. Lucie Horova, seorang guru TK, yang menonton bersama pacarnya yang tertarik dengan Indonesia, menyatakan bahwa pemilihan film “Surat Dari Praha” cukup tepat karena publik Ceko mulai menggemari sesuatu yang kritis terkait sejarah atau pengalaman suatu bangsa. Dirinya juga mengatakan jatuh cinta dengan mie goreng Indomie yang disajikan.

penonton Lucerna (640x427)

Penonton Surat dari Praha

Dubes sambutan (640x427)

Kuis dari Dubes (640x427)

Duta Besar RI Praha memberikan kata sambutan dan quiz

Kintari_Kembang Tanjung (640x427)

Kintari _Kembang Tanjung (640x427) Tarian Kembang Tanjung dari Kintari Dance Group

Aksi penonton Surat Dari Praha (640x427)

Reaksi penonton di Bioskop Lucerna

Similar Articles

Top