Produk kopi Singatoba dari Tanah Batak, Sumatra, diluncurkan oleh Nespresso di Cafe Nespresso, Praha, Republik Ceko, Kamis (3/9), dengan dihadiri sejumlah wartawan media cetak dan elektronik serta pecinta kopi.Peluncuran kopi Indonesia itu dilakukan Josef Voltr, manajer Cafe Nespresso bersama wakil dari KBRI Praha, Azis Nurwahyudi, selaku Pelaksana Fungsi Pensosbudpar. “Kopi adalah salah satu produk unggulan Indonesia yang mampu bersaing dengan produk dari negara lain,”
Dalam acara peluncuran itu, Peter Simecek, warga Ceko yang pernah berkunjung ke Indonesia, menceritakan pengalamannya berpetualang ke perkebunan kopi di Sumatra yang menjadi asal usul biji kopi tersebut.
Sementara itu Michaela Illikova, seorang ahli kopi, kepada wartawan menjelaskan
asal usul Kopi Singatoba dari cara panen sampai proses pembuatannya yang tidak saja khas, tapi juga unik. “Biji kopi itu hanya dipanen oleh para perempuan, lalu ditempatkan di keranjang anyaman, dicuci, dan akhirnya dijemur di bawah matahari. Selain itu, biji kopi ini juga diproses melalui fermentasi tanpa udara,” katanya.
Nespresso memberikan nama unik untuk kopi tersebut yakni Singatoba karena terinspirasi hiasan ornamen yang ada pada rumah-rumah penduduk di daerah sekitar Danau Toba. Ornamen itu pula yang menjadi lambang kopi yang diproduksi Nestle.
Cita rasa Kopi Singatoba yang dijual sekitar Rp250.000,00 per pak itu menjadi semakin nikmat karena pada saat peluncuran di Cafe Nespresso juga disediakan aneka makanan khas Indonesia seperti nasi goreng, Siomay Bandung, gado-gado, dan tempe.
Sembari menikmati kopi yang beraroma kayumanis dan buah itu, para undangan dihibur dengan penampilan tarian Cendrawasih dan pameran aneka barang kerajinan khas Indonesia