Kunjungan Menteri Perindustrian RI ke Republik Ceko 30 April – 2 Mei 2018

Pada tanggal 30 April – 2 Mei 2018 Menteri Perindustrian RI, Bapak Airlangga Hartarto telah melakukan kunjungan kerja ke Ceko. Kunjungan tersebut untuk memenuhi undangan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rep. Ceko. Selama kunjungan kerja tersebut, Menteri Perindustrian telah mengadakan pertemuan dengan Deputi Menteri Luar Negeri Rep. Ceko, Mr. Martin Tlapa, pertemuan dengan Deputi Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rep. Ceko, Mr. Ing. Vladimír Bärtl, business meeting dengan para pelaku usaha potensial Ceko dan pertemuan dengan masyarakat dan diaspora Indonesia di Ceko.

Rangkaian pertemuan telah berhasil membahas berbagai isu dan topik yang menjadi concern bersama antara kedua negara. Hal ini sejalan dengan keinginan kedua negara untuk meningkatkan kerja sama di sektor industri, perdagangan dan investasi.

Dalam pertemuan dengan Deputi Menteri Luar Negeri H.E. Mr. Martin Tlapa, beliau menyampaikan bahwa meskipun secara geografis jarak kedua negara relatif cukup jauh kiranya tidak menjadi penghalang dalam upaya peningkatan kerja sama kedua negara. Peluang kerja sama kedua negara masih terbuka lebar.

MENPERIN_1

Oleh karenanya perlu digali dan diidentikasi sektor-sektor potensial yang dapat dikerjasamakan. Beliau akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar bagi produk Ceko mengingat kondisi perekonomian Indonesia yang terus berkembang dan stabil serta dengan jumlah penduduk yang besar.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Deputi Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rep. Ceko, Mr. Vladimir Bartl, beliau mengemukakan bahwa hubungan kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara telah berjalan dengan baik yang diindikasikan dengan volume perdagangan kedua negara yang terus meningkat.

MENPERIN_2

Namun beliau mengharapkan agar neraca perdagangan kedua negara dapat lebih berimbang mengingat surplus perdagangan berada di pihak Indonesia. Untuk menyeimbangkan neraca perdagangan tersebut, Ceko melalui kedutaanya di Jakarta akan terus meningkatkan promosi dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar bagi produk Ceko.

Menteri Airlangga juga melaksanakan business meeting dengan para pelaku bisnis Ceko. Para pelaku bisnis tersebut menunjukkan ketertarikan kepada peluang bisnis di Indonesia. Sebagian besar para peserta menanyakan lebih lanjut sektor-sektor yang terbuka bagi investor asing, negative list, berapa lama mengurus proses perijinan, bagaimana memulai bisnis di Indonesia, dan institusi yang bisa dihubungi untuk memulai berbisnis.

MENPERIN_3

Dalam menjawab berbagai potensi tersebut, beberapa hal yang disampaikan oleh Menteri Airlangga kepada para counterparts, di antaranya Indonesia dan Ceko dapat saling melengkapi (complementary) dan tidak berkompetisi mengingat produk kedua negara berbeda. Kemudian, Indonesia saat ini memerlukan tenaga terampil dan spesialis untuk mendukung Industry 4.0 oleh karenanya perlu mengembangkan pelatihan, sekolah kejuruan, dan politeknik. Lebih lanjut, Menteri Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia dengan penduduk yang besar merupakan pasar potensial bagi industri farmasi, industri asuransi dll sehingga hal ini merupakan peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku bisnis Ceko.

Rangkaian kunjungan Menteri Perindustrian RI berjalan dengan baik. Kunjungan kerja Menteri Airlangga dilanjutkan ke Jerman untuk bertemu dengan para pemangku kepentingan di bidang industri dan perdagangan lainnya.

Similar Articles

Top