Atlit Indonesia berhasil meraih 1 perak dan 1 perunggu pada kejuaraan 49th Grand Prix of Liberation 2018 di kota Plsen

Tera dan Pahriz, dua orang atlit petembak Indonesia, berhasil membawa pulang masing-masing satu medali perak dan medali perunggu dalam kejuaraan 49th Grand Prix of Liberation 2018 yang berlangsung di kota Plsen dari tanggal 1-6 Mei 2018. Kedua atlit tersebut turun pada nomor 10 m moving object.

PLSEN_1 (1)

Dubes Aulia Rachman yang turut hadir memberikan semangat menyampaikan rasa bangga kepada para atlit yang masih sangat muda. Kepada para atlit tersebut, yang sedang dipersiapkan untuk ASEAN Games yang akan berlangsung tahun 2018 ini, Dubes Aulia berpesan agar terus meningkatkan performa melalui latihan yang disiplin dan tekun.

Dalam kejuaraan yang diikuti oleh kurang lebih 36 negara, kompetisi berlangsung sangat ketat dan sulit. Disampaikan oleh manajer tim, Robby, Indonesia menurunkan tiga orang atlit pada kejuaraan tersebut. Atlit-atlit tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan dalam 1 (satu) tahun terakhir. Lebih lanjut Robby menuturkan bahwa prestasi perak dan perunggu sudah sangat memuaskan untuk persiapan yang relatif singkat. Terlebih, atlit petembak top Eropa terlihat banyak yang berpartisipasi pada kejuaraan kali ini.

PLSEN_1 (4)

Pada kesempatan kegiatan atlit ini, Dubes Aulia Rachman turut berpesan kepada manajer dan pengurus PERBAKIN yang mendampingi bahwa KBRI Praha akan selalu siap untuk mendukung pelaksanaan pembinaan para atlit dalam berbagai kejuaraan di Republik Ceko.

Similar Articles

Top