Furnitur Indonesia Jadi Primadona di Ceko

Siaran Pers No. 337/VII/09/2016

 

Furnitur dan produk kayu dari Indonesia menjadi favorit dan menarik minat besar pengunjung pameran “ForArch” yang digelar di Praha, Republik Ceko, tanggal 20-24 September 2016.

Rangkaian pameran ForArch digelar di arena pameran PVA Expo Praha dan dibuka oleh Menteri Keuangan Republik Ceko, Andrej Babis dan Menteri Pembangunan Daerah Republik Ceko, Karla Slechtova pada tanggal 20 September 2016.

Indonesia berpartisipasi pada pameran ForArch dengan mendirikan satu Paviliun Indonesia yang difasilitasi oleh KBRI Praha. Paviliun Indonesia diresmikan bersama oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa (Dirjen Amerop), Kementerian Luar Negeri RI, Muhammad Anshor dan Duta Besar RI untuk Republik Ceko, Aulia A. Rachman.

Ketika bertemu dengan Dirjen Anshor dan Dubes Aulia, Menteri Slechtova yang baru saja berkunjung ke Indonesia pada bulan Juli lalu menyampaikan apresiasi atas partisipasi Indonesia pada pameran ForArch. Diharapkan partisipasi Indonesia pada pameran ForArch akan semakin meningkatkan kerja sama antara kedua negara.

Dirjen Anshor hadir di Praha untuk memimpin Delegasi Indonesia pada Sidang Sesi ke-3 Komisi Bersama Bidang Ekonomi (SKB ke-3) Indonesia – Ceko yang diselenggarakan di Praha sehari sebelumnya (19/9). Ditegaskan oleh Dirjen Anshor bahwa partisipasi pada pameran ForArch menjadi elemen bisnis konkrit dari SKB ke-3 RI-Ceko. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah untuk memadukan pertemuan internasional dengan misi bisnis yang memberikan manfaat langsung.

Lima UKM dari Indonesia, yaitu empat dari Solo dan satu dari Jakarta menawarkan ragam produk furnitur yang diterima dengan baik oleh pasar Ceko. Kelima UKM asal Indonesia tersebut adalah Andatu Jati Arjuna, Aninda Furniture, Arezou Intrade, dan Dollar Furniture dari Solo serta Utomo Rattan dari Jakarta.

Biyp Mukhsen, dari Aninda Furniture mengutarakan bahwa pasar Ceko memiliki potensi yang besar bagi produk furnitur Indonesia. Menurutnya, selama lima hari Pameran, tidak kurang dari 300 orang pengunjung yang menghampiri stand-nya di Paviliun Indonesia. Mereka rata-rata menanyakan di mana dapat membeli produk-produk furnitur yang dipamerkan.

Senada dengan itu, Abdullah Jufri dari Arezou Intrade menyatakan bahwa pihaknya mendapat mitra potensial untuk menjadi distributor produk-produk kayunya di Ceko. Menurutnya ini hal yang menggembirakan karena animo besar masyarakat Ceko terhadap produknya, yaitu panel dinding kayu.

Sementara itu Satria Utomo dari Utomo Rattan menyatakan bahwa produk furnitur berbasis rotan yang ditawarkannya memiliki pasar tersendiri dan potensinya cukup besar di Ceko dan kawasan Eropa Tengah. Terlebih lagi mengingat kualitas produk yang relatif lebih unggul disbanding produk dari negara pesaing.

Irawan Mintorogo dari Andatu Jati Arjuna menyatakan kegembiraannya karena antusiasme tinggi pengunjung terhadap produk furnitur berbahan kayu dan kulit yang ditawarkannya. Irawan bahkan telah melakukan negosiasi dengan sejumlah pihak untuk menjadi distributor produknya di Ceko.

Sentimen positif senada juga dilontarkan oleh Iwa Sumanto dari Dollar Furniture yang mengutarakna bahwa banyak pengunjung yang berminat dan memberikan respon positif terhadap produk furnitur khas bergaya retro yang ditawarkannya.

Saking tingginya minat pengunjung menyebabkan brosur, katalog dan kartu nama para pengusaha habis sebelum pameran berakhir di hari ke-lima.

Setelah mengikuti pameran ForArch di Praha, para peserta melanjutkan perjalanan untuk misi bisnis ke empat negara lainnya di kawasan Eropa Tengah, yaitu Slovakia, Polandia, Hungaria dan Austria.

Pameran ForArch adalah pameran konstruksi, bangunan dan produk kayu terbesar di kawasan Eropa Tengah yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun, dengan judul resmi “ForArch/ForStav/ForWood/Sauny/Bazeny”. Panitia belum mengeluarkan angka resmi pengunjung, namun sebagai gambaran, pameran ForArch tahun 2015 dikunjungi oleh 75.000 pengunjung. Peserta pameran lebih dari 800 perusahaan.

Menurut Dubes Aulia, kegiatan ini adalah bentuk nyata diplomasi ekonomi untuk mendukung UKM di Indonesia, khususnya furnitur yang menjadi salah satu produk unggulan Indonesia, untuk menembus pasar Eropa Tengah.

Dubes Aulia menegaskan bahwa partisipasi pada pameran ForArch juga untuk mengkampanyekan legalitas kayu Indonesia. Sebagaimana dimaklumi, Indonesia adalah negara pertama yang memperoleh lisensi FLEGT (Forest Law Enforcement, Governance and Trade) atas produk-produk kayu legal yang sudah diverifikasi untuk dapat diekspor ke Uni Eropa.

Pameran ForArch juga dimanfaatkan untuk mempromosikan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-31 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 12-16 Oktober 2016 yang akan datang.

Ditekankan oleh Dubes Aulia bahwa Ceko dan kawasan Eropa Tengah adalah pasar potensial. Dubes Aulia mengharapkan pemerintah maupun kalangan usaha di Indonesia untuk terus meningkatkan perhatian ke kawasan untapped market ini. Digarisbawahi oleh Dubes Aulia bahwa lokasi geografis Ceko yang berada di Eropa Tengah dapat menjadikan Ceko sebagai hub bagi produk-produk Indonesia. Posisi Ceko yang adalah negara tanpa pantai (land-locked) dapat diatasi dengan jalur logistik yang sudah mapan.

KBRI_Praha-ForArch-01

Dubes RI untuk Ceko, Aulia Rachman, Dirjen Amerop Kemlu, Muhammad Anshor dan Direktur ABF Expo Praha meresmikan Paviliun Indonesia pada pameran ForArch 2016 di Praha, 20 September 2016.

KBRI_Praha-ForArch-02

Direktur Eropa Tengah dan Timur, Kemlu, Witjaksono Adji meninjau dan beraudiensi dengan salah satu UKM asal Indonesia yang berpartisipasi sebagai pengisi paviliun Indonesia pada pameran ForArch di Praha, 20 September 2016.

KBRI_Praha-ForArch-03

Suasana di Paviliun Indonesia pada pameran ForArch di Praha, 20-24 September 2016.

KBRI_Praha-ForArch-05

Suasana di Paviliun Indonesia pada pameran ForArch di Praha, 20-24 September 2016.

KBRI_Praha-ForArch-04

Suasana di Paviliun Indonesia pada pameran ForArch di Praha, 20-24 September 2016.

KBRI Praha, 24 September 2016

Similar Articles

Top