PRESS RELEASE :
Proses demokrasi yang bergulir di Indonesia mendapat perhatian dari pemerhati Indonesia pada seminar seminar “Election and Democratization in Indonesia: Comparative Perspective” yang diselenggarkaan Kedutaan Besar RI di Praha, Ceko (KBRI Praha) dengan Center of Global Studies – Charles University, Kamis, 28 Mei 2009
Seminar yang bertujuan mempromosikan Indonesia di kalangan kaum intelektual Ceko agar lebih mengenal Indonesia, menghadirkan tiga pakar dari tiga negara yaitu Prof. Dr. Mohtar Masoed dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta-Indonesia, Prof. Dr. Francois Raillon dari Center Asie du Sud-Est, Paris – Perancis dan PhDr. Jan Bures dari Charles University, Praha.
Prof. Mohtar Masoed, dalam paparannya, menyatakan bahwa Indonesia yang sekarang muncul sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia meskipun sebelumnya diragukan. Meskipun demokratisasi Indonesia dianggap sebagian orang sebagai ‘non performing and suffered a low degree of confidence’, namun Indonesia mampu menegakkan sistem demokrasi. Meskipun terdapat banyak kelemahan, masalah dan tantangan, pemerintah Indonesia tidak akan kembali ke rejim otoriter.
Sementara itu Prof. Raillon, ahli Indonesia dari Perancis, melihat bahwa Indonesia adalah contoh negara yang berhasil menjalankan proses demokratisasi. Sebagai negara yang majemuk, perkembangan demokrasi di Indonesia mengalami banyak tantangan namun kemunculan Indonesia didukung oleh berbagai landasan, antara lain: kehidupan masyarakat desa di Indonesia yang tidak hirarkis, kemampuan untuk mengubah berbagai gagasan yang beda dan diintegrasikan dalam nilai-nilai kehidupan sehari-hari yang dilambangkan dengan Pancasila, dan keberhasilan menjalankan pemilu seperti pada tahun 2009 yang memunculkan persaingan sehat diantara para elit politik.
Sedangkan Jan Bures menerangkan kesamaan proses peralihan menuju negara demokrasi antara Ceko dan Indonesia. proses peralihan menuju demokrasi di Ceko yang berjalan dengan damai pada tahun 1989. Bures juga menyebutkan adanya antara lain karena adanya adanya peran tokoh nasional yang didukung para pemuda.
Seminar tersebut dibuka oleh Dr. Marek Hrubec, Direktur Center of Global Studies dan Duta Besar Salim Said yang menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar tentang Indonesia di Praha itu merupakan yang ketiga kalinya dalam tiga tahun terakhir. Seminar ini juga dihadiri oleh sejumlah Duta Besar negara sahabat dan Prof. Dr. Bernard Dahm, ahli Indonesia di Jerman,
Kerjasama KBRI Praha dan berbagai institusi pendidikan di Ceko memang semakin digiatkan, selain dalam bentuk seminar, dan pertukaran mahasiswa, KBRI juga terlibat dalam usaha mengembangkan studi Indonesia di Ceko.